Minggu, 20 Februari 2011

Metodologi Penelitian dalam Psikologi Lingkungan

Metode Penelitian
Menurut Veitch dan Arkkelin (1995) terdapat 3 metode penelitian di yang lazim di gunakan di lapangan penelitian psikologi lingkungan. Ketiga metode tersebut, yaitu :
A.      Eksperimen Laboratorium
Menurut Veitch dan Arkkelin, jika seseorang peneliti memiliki perhatian terutama yang berkaitan dengan tingginya validitas internal, maka eksperimen laboratorium adalah pilihan yang biasa di ambil. Metode ini memberi kebebesan kepada eksperimenter untuk memanipulasi secara sistematis variable yang diasumsikan menjadi penyebab dengan cara mengontrol kondisi-kondisi secara cermat yang bertujuan untuk mengurangi variabel-variabel yang mengganggu (extraneous variables). Metode eksperimen laboratorium juga mengukur pengaruh manipulasi-manipulasi tersebut. Metode ini pada umumnya juga melibatkan pemilihan subjek secara random dalam kondisi eksperimen, bahwa setiap subjek memiliki kesempatan yang sama dalam setiap kondisi eksperimen.
Eksperimen tidak dapat memastikan bahwa hasil-hasil penelitian yang dihasilkan dalam situasi yang amat kompleks dapat diterapkan di luar laboratorium. Hal ini berkaitan validitas internal dan validitas eksternal, dimana suatu peningkatan validitas internal cenderung akan mengurangi validitas eksternal.
B.      Studi Korelasi
Menurut Veitch dan Arkkelin, jika seseorang peneliti ingin memastikan tingkat validias eksternal yang tinggi, maka seorang penliti dapat menggunakan variasi-variasi dari metode korelasi. Studi-studi yang menggunkan metode ini dirancang untuk menyediakan informasi tentang hubungan-hubungan diantara hal-hal atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam nyata yang tidak dibebani oleh pengaruh pengumpulan data.
Dengan menggunakan metode pengambilan data apapun, penyimpulan dengan menggunkan studi korelasi dapat di peroleh hasil yang berbeda dibandingkan dengan eksperimen laboratorium. Dengan eksperimen laboratorium, kesimpulan yang berkaitan dengan factor-faktor yang menjadi penyebab akan membuahkan hasil yang tepat. Adalah hal yang tidak mungkin untuk menggambarkan kesimpulan yang jelas menjadi penyebab, karena studi korelasi amat lemah dalam validitas internal.
C.      Eksperimen Lapangan
Menurut Veitch dan Arkkelin, jika seseorang peneliti ingin menyeimbangkan antar validitas internal yang dapat dicapai melalui eksperimen laboratorium dengan validitas eksternal yang dapat dicapai melalui studi korelasi, maka ia boleh menggunakan metode campuran yang dikenal dengan istilah eksperimen lapangan. Mtode ini seorang eksperimenter secara sistematis memanipulasi beberapa factor penyebab yang diajukan dalam penelitian dengan mempertimbangkan variabel eksternal dalam suatu seting tertentu.

D.      Teknik-teknik Pengukuran
 Agar suatu penelitian akan menjadi ilmiah diperlukan pengamatan-pengamatan yang menggunakan criteria tertentu, yaitu :
·         Berlaku umum dan dapat diulang-ulang,
·         Dapat di kembangkan menjadi skala pengukuran,
·         Memiliki standar validitas dan reliabilitas.
Beberapa teknik pengukuran yang telah memenuhi beberapa criteria berupa mudah dibuat, mudah dalam administrasinya, mudah skoringnya, dan mudah diinterprestasikan. Beberapa teknik tersebut antara lain adalah : (Veitch dan Arkkelin, 1995).
1.       Self report, Metode yang palling sering digunakan dalam mengumpulkan data yang berkaitan dengan individu adalah self report. Dengan cara ini, seorang responden ditanya oleh peneliti hal-hal yang berkaitan dengan opini, kepercayaan, perilaku sikap, dan perasaan. Prosedur self report  terdiri dari beragam teknik yang meliputi : kuesioner, wawancara, dan skala penilaian (rating scale).
2.       Kuesioner, Adalah pengembangan yang luas dari teknik paper and pencil report. Butir (item) umumnya diformulasikan berupa pertanyaan dan dapat pula berupa jawaban factual (seperti usia, gender, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan sebagainya) sebagaimana halnya dengan repon-respon sikap (seperti emosi, nilai-nilai dan kepercayaan).
Terdapat beberapa alasan mengapa digunakan kuesionaer dalam pengumpulan data. Pertama, kuesioner amat mudah dibuat, diadministrasikan, dimengerti, distribusikan, dan disusun. Kuesioner ternyata dapat mengambil subjek dalam jumlah besar pada suatu saat serta mudah mencari responden anonim (yang tidak menyebutkan nama).
Kuesioner yang sudah standar adalah kuesioner yang sudah diujikan sebelumnya sehingga memiliki persyaratan psikometri (validitas dan realibilitas). Sementara itu kuesioner yang tidak standar adalah kuesioner yang tidak diungkap reliabilitasnya.
Selain itu pengukuran dengan cara kuesioner ini umumnya tidak dapat memahami hal-hal potensial ketika diaplikasikan pada konteks yang berbeda. Bahkan para peneliti umumnya mengembangkan dimensi-dimensi bagi informasi yang diperlukan dan kemudian merancangnya sesuai dengan data yang diperlukan.
3.       Wawancara (Interview), Wawancara adalah dialog yang dirancang untuk memperoleh informasi yang dapat dikualifikasikan. Proses wawancara untuk menjadi lebih sekedar percakapan atau sebagaimana disarankan oleh Cannel dan Kahn (Veitch dan Arkkelin, 1995) melibatkan paling tidak 5 langkah yang berbeda : (1) menciptakan atau menyeleksi skedul wawancara (seperangkat pertanyaan, pernyataan, gambar-gambar atau stimulus lainnya yang dapat menimbulkan respon) dan seperangkat aturan main atau prosedur dalam menggunakan skedul tersebut, (2) memimpin jalannya wawancara (pengklasifikasikan dari respon-respon dan peristiwa-peristiwa), (3) merekam respon (mencatat dan merekam dengan alat perekam), (4) menciptakan kode angka (suatu skala atau cara lain yang dapat digunakan untuk merekam respon-respon yang sudah diterjemahkan dalam suatu perangkat atau peraturan), (5) mengkoding respon-respon wawancara.
4.       Skala penilaian, Bentuk tterakhir dari self report yang digunakan para ahli psikologi lingkungan adalah skala penilaian. Skala ini memiliki beragam bentuk, termasuk didalamnya adalah checklist, deskripsi verbal dua kutub, dan skala deskripsi nonverbal.

Prabowo, hendro.1998.Pengantar Psikologi Lingkungan.Jakarta.Gunadarma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar