Kamis, 17 Februari 2011

teori psikologi lingkungan

Pendekatan Teori Psikologi Lingkungan


Beberapa pendekatan teori dalam psikologi lingkungan antara lain adalah: Teori Arousal,
Teori Stimulus Berlebihan, Teori Kendala Perilaku, Teori Tingkat Adaptasi, Teori Stres
Lingkungan, dan Teori Ekologi.

1. Teori Arousal (Arousal Theory)
Arousal (Pembangkit). Ketika kita emosional, kita sering merasa bergairah. Beberapa teori 
telah berpendapat bahwa semua emosi adalah hanya tingkat dimana seseorang atau binatang 
dihasut. Meski tidak semua orang setuju dengan gagasan ini, tingkat 
keterbangkitan adalah 
bagian penting dari emosi. Contohnya, tingkat yang tinggi dalam keterbangkitan adalah 
dalam kemarahan, ketakutan dan kenikmatan, sedangkan tingkat keterbangkitan yang rendah 
adalah kesedihan dan depresi (Dwi Riyanti & Prabowo, 1997).

Mandler (dalam Hardy dan Hayes, 1985) menjelaskan bahwa emosi terjadi pada saat 
sesuatu yang tidak diharapkan atau pada saat kita mendapat rintangan dalam mencapai suatu 
tujuan tertentu. Mandler menamakan teorinya sebagai teori interupsi. Interupsi pada masalah 
seperti dikemukakan tadi yang menyebabkan kebangkitan (arousal) dan menimbulkan 
pengalaman emosional. Suatu hal yang dapat kita petik dari teori ini adalah bahwa orang 
dapat memperlihatkan perubahan emosi secara ekstrim, misalnya bergembira atau bergairah 
pada suatu saat, dan mengalami perasaan dukacita atau amarah pada saat yang lain.

Arousal dipengaruhi oleh tingkat umum dari rangsangan yang mengelilingi kita. Kita 
dapat saja menjadi bosan atau tertidur, jika yang kita hadapi adalah hal-hal yang "tidak ada 
apa-apanya". Suatu materi pelajaran yang tidak menarik dan sedikit sekali memberi manfaat 
pada yang mendengarkan, membuat hampir semua yang mendengarkannya tidak bertahan 
lama mengikutinya. Menurut Mandler, manusia memiliki motivasi untuk mencapai apa yang 
disebut sebagai"dorongan 
arousal sehingga kita dapat berubah-ubah dari aktivitas satu ke aktivitas lainnya. Hampir 
semua orang yang memiliki motivasi ini dalam berinteraksi sehari-hari, namun ada beberapa 
orang yang tidak responsif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya, 
sehingga hanya dapat dimunculkan arousal-nya jika benar-benar dalam keadaan yang amat 
membahayakan

2    Teori Beban Stimulus
Titik sentral dari teori ini adalah adanya dugaan bahwa manusia memiliki kapasitas yang terbatasdalam memproses informasi. Teori ini bertanggungjawab terhadap respon-respon stimulus lingkungan dalam kaitannya dengan kapasitas individu dalam jangka pendek untuk memperhatikan dan berinteraksi dengan hal-hal yang menonjol dalam suatu lingkungan.
Menurut Veitch dan Arkkelin(1995) teori ini juga mempelajari pengaruh stimulus yang kurang menguntungkan, seperti perilaku yang terjadi di kapal selam atau penjara. Pengkajian ini menyimpilkan bawa dalam keadaan understimulation tertentu ternyata dapat berbalik menjadi overstimulation.
3.  Teori Kendala Perilaku
Teori iini memfokuskan kepada kenyataan , atau perasaan, kesan yang terbatas dari individu oleh lingkungan. Lingkungan dapat mencegah, mencampuri, atau membatasi perilaku penghunia (Stokols dalam Veitch&Arkkelin, 1995)
4.  Teori Tingkat adaptasi


Teori ini mirip dengan teori stimulus berlebih, dimana pada tingkat tertentu suatu stimulus dapat dirumuskan untuk mengoptimlkan perilaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar