Sabtu, 02 Oktober 2010

PENGERTIAN, HAKIKAT, DAN KEDUDUKAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN TERHADAP PENDIDIKAN

Selanjutnya sederhana David G. Myers (1996), merumuskan definisi psikologi perkembangan sebagai “A branch of psychology that studies physical, cognitive, and social change throughout the life span” maksudnya ini menurut saya, psikologi adalah suatu cabang dari studi fisik, teori, dan perubahan sosial dalam semua kehidupan. Sedangkan menurut Kelvin L. Seifert dan Robert J. Hoffnung (1994) psikologi perkembangan adalah “The scientific study of how thoughts, feelings, personality, social relationships, and body and motor skill evolve as an individual grows older”maksudnya ini juga menurut saya, bahwa psikologi perkembangan adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana pemikiran, perasaan, kepribadian, hubungan sosial, dan ketrampilan serta kemampuan motorik sebagai meningkatkan suatu individu tumbuh menjadi lebih dewasa. Selanjutnya, menurut Linda L. Davidoff (1991), psikologi perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan struktur jasmani, perilaku dan fungsi mental manusia, yang biasanya dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati. Sedangkan menurut Richard M. Lerner (1976) merumuskan psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup. Misalnya, mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak usia satu, dua atau lima tahun, memiliki persamaan atau perbedaan, atau bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembang dari anak-anak, remaja sampai dewasa.[4]
Dari sekian banyak definisi mengenai psikologi perkembangan diatas, berikut Desmita selaku penulis dalam buku karangannya berjudul Psikologi Perkembangan menyimpulkannya, bahwa Psikologi Perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenetic, yaitu mempelajari proses-proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, baik perubahan dalam struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya (life-span), yang biasanya dimulai sejak konsepsi hingga menjelang mati.[5]
Selanjutnya, ada lagi tambahan mengenai pengertian psikologi perkembangan ini, yaitu menurut pendapat Drs. M. Alisuf Sabri dalam bukunya Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, ia mengatakan, bahwa Psikologi Perkembangan adalah suatu ilmu yang merupakan bagian dari psikologi. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk Psikologi Khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.
Objek psikologi khusus yaitu tingkah laku yang khusus itu biasanya terjadi pada orang-orang yang mempunyai kondisi atau berada pada suatu situasi tertentu[6], contohnya:
  1. Tingkah laku khusus karena berada dalam situasi tertentu, misalnya: Tingkah laku orang dalam situasi belajar/pendidikan (dibahas dalam psikologi belajar).
  2. Tingkah laku khusus yang terjadi karena orang mempunyai kondisi tertentu, misalnya: Tingkah laku orang yang kondisinya abnormal, seperti lemah mental (dibahas dalam psikopathologi). Dan tingkah laku orang-orang yang kondisinya sedang berkembang menunjukkan tingkah laku khusus tertentu (dibahas dalam psikologi perkembangan).
Para ahli penelitian tentang kejiwaan ini banyak sekali mereka menemukan hal-hal yang paling istimewa didalam diri manusia itu sendiri yang tidak pernah ada pada makhluk lain, yaitu akal pikiran yang jernih dan luas, dari sinilah akan lahir ilmu pengetahuan. Inilah karunia Tuhan yang sangat hebat yang diberikan-Nya kepada kita. Akal pikiran ini kalau digunakan dalam hal kebaikan, akan sangatlah berguna. Sebaliknya jika digunakan dalam hal yang kurang baik, maka akan menjadi mesin pembunuh yang paling kejam.
Dari beberapa uraian diatas, telah banyak sekali pendapat para ilmuwan mengenai pengertian psikologi perkembangan. Masing-masing mereka belum ada kata sepakat dalam memberikan pengertian. Jadi secara komprehensif psikologi perkembangan itu sangatlah luas pengertiannya, namun perlu kita ingat psikologi ini tidak lepas dari tujuan utamanya yaitu jiwa atau diri manusia itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar